Sore ini saya menerima surat elektronik dari salah satu kawan saya. Dia bercerita tentang kegundahan hatinya saat menyesal putus cinta lantaran melakukan suatu kesalahan yang dia lakukan . Sekitar dua jam saya berputar-putar di meja tulis, dan menghabiskan tiga cangkir teh untuk memulai kalimat pertama . Jujur saja, tema cinta bagi saya selalu merupakan tema terberat. Banyak tema humanis social yang menurut orang lain berat , akan tetapi bagi saya tidak masalah bagi saya untuk mengupasnya. Well, faktanya justru masalah cinta sering mengenai wilayah pribadi yang paling dalam di tiap pribadi , dan memiliki kontribusi besar dalam pengembangan diri seseorang atau bahkan bisa menghancurkan hidup seseorang. Sudah banyak cerita yang memuat kasus bunuh diri karena frustrasi kehilangan control diri karena putus cinta.
Sebenarnya apa sih yang dinamakan cinta itu? Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.Pada faktanya, cinta dibedakan dalam berbagai bentuk, seperti cinta terhadap keluarga , cinta terhadap teman-teman, atau philia , cinta yang romantis atau juga disebut asmara, cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros , cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape , cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme, cinta akan sebuah konsep tertentu , cinta akan negaranya atau patriotisme , dan cinta akan bangsa atau nasionalisme Tapi tunggu dulu, ada pula yang disebut dengan cinta platonik adalah sebuah istilah yang berasal dari kata amor platonicus, sudah dipakai seawal abad ke-15 oleh Marsilio Ficino yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan diperkirakan tidak ada. Cinta platonis tidak menuntut, dan sangat mendalam. Cinta ini jarang terjadi, mengingat sifat dasar manusia yang terlalu berpamrih, termasuk soal cinta.
Saya pernah mengalami sebentuk cinta yang lumayan aneh dari seorang pria. Tenang saja, saya tidak akan mengajak Anda untuk menyaksikan opera sabun untuk masalah ini. Kejadiannya sudah lama. Kala itu saya sudah memiliki pasangan dan si pria ini mengetahuinya. Tapi dia keukeuh (alias berkeras hati) untuk tetap mendekati saya. Saya bilang, saya tidak mau memilih, karena saya sudah memiliki pilihan. Tiap hari dia membanjiri saya dengan berbagai bentuk perhatian . Mulai dari mengingatkan saya untuk makan ( duh…Jeng, berasa kayak suster di rumah sakit gak sih?) , memberi bunga ke kantor, membawakan saya makanan ke kantor, sampai mengunjungi saya ke kantor. Lama-lama saya risih juga dibuatnya. Alih-alih saya mengedepankan bayangan pasangan saya di pelupuk mata, saya pun mengusirnya secara halus dari hidup saya. Mau tahu reaksinya? Sambil menangis dia berkata “Iya Naris, saya pergi dari hidupmu . Saya ikut senang kamu mantap sekali dengan pilihanmu. Inilah bentuk cinta saya,Ris. Dengan melihat kamu senang, saya juga ikut bahagia. Sampai kapanpun. Walaupun itu bukan pilihan yang saya mau…” Tersenyum dia meninggalkan ruang kantor saya dengan sangat tenang. Sontak saya terhenyak dengan pernyataannya yang di luar dugaan saya. Dengan sangat tenang dia meninggalkan saya. Di balik pernyataan cintanya yang mendalam ke saya, untuk kemudian saya tidak pernah lagi menerima semua perhatiannya. Dia tidak pernah lagi menelepon, datang atau pun memberi sesuatu pada saya. Yang datang kemudian bukanlah perasaan kehilangan, tapi adalah sebentuk pertanyaan cinta seperti apa yang dia miliki untuk saya saat itu? Inikah yang disebut cinta platonis? Mengapa dia sangat “legowo” meninggalkan saya? Bukankah orang yang dilanda cinta akan selalu gigih mendapatkan cintanya ? Bukankah prinsip dasar dari cinta adalah untuk memiliki?
Memang banyak orang yang bilang, cinta tidak harus memiliki. Tapi tanyakan pada diri Anda, di saat Anda mencintai seseorang, pasti Anda begitu menginginkan untuk memilikinya, memeluknya setiap hari, menghujaninya dengan ciuman setiap hari, membuatkan kopi terenak setiap matahari terbit, atau apalah bentuk keinginan itu. Akan tetapi perasaan keinginan untuk memiliki dan melayani itu sangat besar, bukan?
Kembali ke soal cinta dan pamrih. Menyangkut cerita kawan saya, hal itu adalah soal biasa. Dan mungkin saya pun pasti bisa saja merasakannya. Manusia kerap berpamrih untuk soal cinta. Anda bingung dengan pernyataan saya? Aduh, jangan bingung dong. Begini maksudnya. Pamrih disini maksudnya adalah saat Anda menanamkan harapan ke diri seseorang, maka di situlah Anda berharap pada dirinya untuk mencintai Anda. Dan di saat pasangan Anda berkomitmen untuk setia pada Anda, tentu dia akan menuntut Anda untuk melakukan hal yang sama bukan?
Di saat kita menekan mata dan hati kita untuk tidak “jajan” di luar, kita akan me-wanti-wanti pasangan kita juga untuk memakai kaca mata kuda. Hal ini wajar adanya, karena mengingat untuk kebanyakan cinta itu berpamrih. Yang jadi masalah adalah jika salah satu melanggar komitment itu, sehingga konsekwensi terpahit terpaksa ditelan. Cheating atau berselingkuh untuk saat ini , lebih mudah dilakukan. Perselingkuhan difasilitator dengan berbagai media, seperti MirC, handphone, YM, friendster, blog, email, dan lain-lain. Ada di suatu masa saya terjebak dengan kemudahan fasilitas tersebut. Saya malah melakukan kekhilafan. Barulah saya teringat kata-kata Pastor M.A.W.Brouwer di sebuah buku “ Young Love” bahwa Anda tidak dapat mencium dua gadis sekaligus, atau Anda akan kehilangan kedua-duanya. Di situlah saya berfikir, bahwa cinta memang memiliki takaran ideal yang seharusnya saya jalani secara sehat dan normal. Untunglah Tuhan mengirimkan pada saya malaikat kecil yang lapang dan pemaaf. Hubungan kami tetap baik, dan dia memaafkan saya.
Satu saat saya pernah membaca artikel di surat kabar lokal tentang pembunuhan seorang karyawati swasta yang dilakukan oleh mantan pacarnya. Memendam rasa marah dan cemburu yang luar biasa, si mantan pacar dengan berbekal belati yang dibelinya di Pasar Jatinegara, menguntit di karyawati yang menaiki metromini. Di dalam metromini, si karyawati ditikam puluhan kali hingga tewas. Penumpang satu metromini tercengang, dan penuh ketakutan. Dengan tenang, kemudian si mantan pacar ini langsung menuju kantor polisi untuk menyerahkan diri. Apa artinya di sini? Bahwa cinta itu mampu untuk mengendalikan fikiran, rasa, nalar, logika seseorang. Cinta dapat membutakan apapun di pelupuk mata. Membiaskan mana nilai salah dan benar. Membuyarkan perasaan sakit demi pengorbanan. But anyway, itulah cinta.
Jika Anda merana karena cinta, itu adalah soal yang biasa. Mungkin saya bisa memberikan beberapa poin bagi Anda yang sedang merana, sedih atau berlara hati lantaran cinta.
1. Dunia tidak runtuh hari ini karena Anda kehilangan cinta dari satu orang manusia.Ingatlah, penduduk di muka bumi ini ada bermilyar-milyar lebih. Optimis, dan tataplah langit. Awan masih setia tersenyum menyambut Anda setiap pagi.
2. Ubah paradigma Anda. Jangan memandang semua berwarna kelabu, mulailah mencoret dengan warna-warna yang lebih terang dan atraktif, misalnya langit berwarna biru laut, rumput berwarna hijau terang, dan lain-lain. Dengan mengubah paradigma ini, Anda akan pelan-pelan merasa terpulihkan dari jerembab kelesuan karena patah hati.
3. Tiap orang bisa mengalami kegagalan. Termasuk dalam hal gagal karena urusan cinta. Akan tetapi, keluarlah sebagai pemenang. Anda harus sanggup keluar dari belenggu atau lingkaran pahit itu.
4. Mulailah menata atau memanage diri. Kenangan memang tidak dapat dilupakan, akan tetapi bisa dibuat menjadi sesuatu yang sebijak mungkin dalam hidup kita, terlebih, dengan keberadaan kenangan tersebut, kita tidak menjadikannya sebagai belati dalam kehidupan kita selanjutnya. Siapkan sebuah kotak untuk memuat potret-potret kekasih, baju pemberian dia, parfum pemberian dia, dan sebagainya, masukkan didalamnya pula niat Anda yang begitu besar untuk menanggapi perpisahan ini secara bijak dan tanpa penyesalan. Mulailah menggali sebuah lubang di dalam hati Anda , dan kuburlah dalam-dalam.
5. Bukalah pintu dan jendela. Siapkan diri Anda untuk keluar hari ini. Membuka diri dan bersikap open mind di saat patah hati memang sulit, akan tetapi bisa menjadi obat mujarab bagi Anda yang dilanda sakit hati.
6. Membuka pergaulan yang seluas-luasnya dengan orang-orang baru. Anda tahulah maksud saya. Bukan dalam artian Anda harus kecentilan kesana kemari, akan tetapi dengan proses bergaul dengan orang orang baru, besar kemungkinan penyembuhan luka hati itu cepat membaik.
7. Talk to someone. Bisa juga ditempuh dengan curhat atau share dengan sahabat atau orang tua tentang kegelisahan hati karena patah hati. Memang tidak menyelesaikan masalah, akan tetapi jangan salah, dengan Anda share dengan 1 orang, beban di pundak Anda minimal berkurang 1 %. Percaya deh.
8. Memanfaatkan waktu luang dengan mengalihkan pikiran tentang patah hati untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan positif. Misalnya olah raga, yoga, membaca, melukis, traveling, dan lain-lain. Saya pernah patah hati. Rasanya sakit sekali. Tapi kemudian saya berfikir, saya harus bangkit. Tidak adil bagi hidup saya untuk kemudian keasyikan terjerembab tanpa tujuan. Saya mulai membenamkan diri dan konsentrasi dalam pekerjaan saya. Semua pekerjaan kantor saya sikat habis, bahkan kerjaan lemburan sering saya kerjakan pula. Praktis, bayangan akan kenangan masa lalu saya lama-lama mulai terkikis dan menghilang. Yang ada hanyalah sebuah pernyataan bahwa saya seorang pemenang.
9. Melancolic Blue mungkin tepat untuk di saat yang tepat. Tapi tidak untuk dimainkan pada orang yang sedang patah hati. Sedikit mengurangi nuansa melankolis akan banyak membantu suasana hati Anda yang remuk redam. Saat saya patah hati, tayangan televisi yang saya lihat adalah Kick Andy, Flora Fauna, Mr.Bean, dan berpuluh-puluh film bergenre horror thriller. Sumpah…ternyata membantu juga. Setidaknya, walaupun endapan patah hati itu masih ada, akan tetapi saya tetap bisa menjalani hidup dengan normal dan kadar emosi yang stabil.
10. Mulailah beranikan diri untuk sering bercermin. Tanyakan pada diri Anda, apa yang sepatutnya Anda rubah mulai hari ini? Cermin tidak pernah berbohong, ia akan berbicara sesuatu atas landasan kejujuran dan objektivitas. Apakah ada sesuatu yang mengganjal di diri pasangan atas diri Anda, sehingga dia meninggalkan Anda? Ataukah ada kesalahan yang mengganggu? Atau mungkin terdapat ketidakpuasan pasangan terhadap diri Anda selama ini, yang notabene menjadi boomerang bagi laju hubungan Anda. Ingatlah, bahwa hubungan cinta itu dibentuk oleh dua orang, Anda dan pasangan. Anda tidak dapat selalu menyalahkan pasangan tanpa Anda berkaca bukan?
11. Tetap berfikir positif dalam memutuskan sesuatu. Sering orang mengevaluasi suatu masalah dengan bumbu pernyataan, “Dia memang gak pernah mau ngertiin gue…” atau “ Ah…memang kami sudah tidak cocok aja…” coba ubahlah paradigma itu dengan pernyataan yang lebih positif seperti “ Dia memang jodoh gue, tapi sayang banget dia hanya bisa nemenin gue selama 2 tahun…” .
12. Jangan lari dari masalah dan membuat masalah baru. Tindakan seperti ini sueeeeering banget dilakukan oleh kaum muda yang kadar emosi dan psikologisnya belum stabil benar. Hingga di saat mereka ditimpa suatu masalah, maka mereka bingung mau berbuat apa. Maka larilah mereka untuk melakukan hal lain yang kemudian menjadi masalah yang baru. Tahan keinginan Anda untuk melarikan diri dari masalah. Tetaplah kuat dalam menghadapi kenyataan. Keep face the problem. Alkohol, drugs, ganja, pil penenang, bukan langkah yang wise untuk meredam sakit hati Anda, malahan bisa-bisa membuat ginjal Anda malahan jebol dibuatnya.
13. Bukalah hati Anda untuk malaikat kecil yang baru. Tapi singkirkan anggapan bahwa pasangan baru Anda ini adalah “pelampiasan” atau “tong sampah” kekecewaan lantaran Anda sebelumnya putus cinta. Kasihan pasangan baru Anda. Dengan Anda tetap dibayang-bayangi kenangan masa lalu itu, maka bukan tidak mustahil hubungan kalian penuh dengan ganjalan dan siksaan batin. Saya punya teman sewaktu di bangku kuliah dulu, dia bercerita dia telah berpisah selama-lamanya dengan pacarnya. Itu dikarenakan pacarnya telah meninggal karena sakit. Memang dia telah memiliki pasangan yang baru, akan tetapi hubungan mereka kerap bertengkar dan tidak harmonis. Penyebab mendasarnya adalah satu: teman saya ini selalu membandingkan banyak hal yang ditemuinya dengan mantan pacarnya yang sudah tiada. Mulai dari cara membelai, cara makan, cara jalan dan lain-lain. Common guys…semua orang punya perasaan bukan? Suatu hal yang wajar jika pasangan baru itu kemudian tidak tahan dan kemudian pergi dari hidup Anda.
14. Refreshing atau penyegaran jiwa bisa dilakukan. (meski saya juaraaaaaaaang banget melakukannya, selain gak ada waktu, juga gak punya ongkos….he…he…he…) Anda bisa memilih waktu dan tempat untuk menyendiri sebentar. Melepaskan semua kepenatan dan himpitan yang membuat sesak dada. Sometimes, berjalan seorang diri di atas pasir, di pesisir pantai dengan tanpa alas kaki, sangat menyenangkan. Desiran ombak dan aroma laut seketika membawa ketenangan di alam fikiran Anda. Bisa juga Anda memilih alam pegunungan seperti misalnya Gunung Mas, Pangrango-Cibodas, atau malahan sekedar berjalan-jalan sendirian di malam hari.
15. Ingatlah, bahwa Anda tidak pernah sendiri. Anda punya banyak sekali orang yang begitu perduli pada Anda. Bahkan tanpa Anda sadari, banyak juga orang yang rela melakukan apa saja demi Anda. Luar biasa bukan?
16. So, bukalah mata Anda. Hapus air mata yang menggenang di pipi Anda. Pakailah baju ter-matching Anda. Mulailah menebar pesona.
17. Belajar ikhlas memang berat dan sangat berat. Tapi percayalah, Tuhan Maha Tahu. Jangan pernah menyalahkan kuasa Tuhan karena cobaan ini ,” Duh…Tuhan tuh tega banget ya ama gue… “ atau “ Tuhan gak sayang sama gue kali ya? Cobaan gue berat banget…” Pelan-pelan cobalah untuk memahami dan berikhlas diri, bahwa patah hati yang Anda alami adalah skenario terbaik dari Tuhan bagi Anda. Toh, selama tiap orang hidup di dunia, tiap orang tidak pernah tahu mana jalan pasti yang terbaik bagi mereka bukan? Yakinlah bahwa Tuhan selalu mencintai tiap-tiap hamba-Nya. Dia memiliki jalan cerita yang paling baik bagi tiap umat-Nya. Siapa tahu Tuhan telah menyiapkan seseorang yang lebih baik, lebih cantik, lebih smart, lebih bijaksana, hanya untuk Anda.
18. Saya pernah membaca di sebuah artikel world culinary bahwa memakan sebutir cokelat memberi pengaruh pada kadar hormonal dan memberi efek dan menimbulkan perasaan senang. Jika Anda tahu, diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM – 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl (istilah asal muasal dari cokelat) juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan zat theobromin didalamnya. Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar stress. Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Nah, bisa Anda coba bukan?
Di saat saya patah hati, saya sering menyendiri dan mentertawakan diri sendiri. Atas kekonyolan dan kebodohan saya. Tapi yakinlah, semua hal memiliki hikmah yang sangat besar artinya bagi pembentukan dan kematangan pribadi Anda. Sampai lain hari, Anda kelak akan menjadi sosok yang lebih siap dan mantap untuk menghadapi cobaan yang lebih maha hebat dari sekedar patah hati.
Maka tersenyumlah, dan angkat cangkir cokelat panas Anda, bersulanglah dengan saya. Sore ini ada film thriller oke, coba ganti tangisan Anda dengan jeritan ya? He..he..he…Have a nice day guys..Semoga bermanfaat ya.
With Love,
Nariswari