<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nariswari&#039;s Site</title>
	<atom:link href="http://nariswari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nariswari.wordpress.com</link>
	<description>Mengukir sejarah dengan pena.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 06:08:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nariswari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nariswari&#039;s Site</title>
		<link>http://nariswari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nariswari.wordpress.com/osd.xml" title="Nariswari&#039;s Site" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nariswari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Antara Aku, Kekasihku dan Mafia Wars</title>
		<link>http://nariswari.wordpress.com/2010/09/08/antara-aku-kekasihku-dan-mafia-wars/</link>
		<comments>http://nariswari.wordpress.com/2010/09/08/antara-aku-kekasihku-dan-mafia-wars/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 06:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nariswari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiratorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nariswari.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Jika banyak orang bertanya-tanya, seperti apa rasanya diduakan, tanyakanlah pada kekasihku. Bukan karena dia terlalu bodoh karena terlalu sering diduakan, atau kurang peka saat pasangannya membagi hati. Hanya saja, keadaanlah yang memungkinkan hal itu kerap terjadi. Dan, yaa…tentunya godaan itu sendiri yang datang, menclok, dan enggan untuk pergi. Selayaknya seorang kekasih, kami selalu melumasi hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nariswari.wordpress.com&amp;blog=1671214&amp;post=280&amp;subd=nariswari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika banyak orang bertanya-tanya, seperti apa rasanya diduakan, tanyakanlah pada kekasihku. Bukan karena dia terlalu bodoh karena terlalu sering diduakan, atau kurang peka saat pasangannya membagi hati. Hanya saja, keadaanlah yang memungkinkan hal itu kerap terjadi. Dan, yaa…tentunya godaan itu sendiri yang datang, menclok, dan enggan untuk pergi.</p>
<p>Selayaknya seorang kekasih, kami selalu melumasi hari kami dengan canda, tawa, sedih dan cerita. Dalam sehari, tak terhitung berapa kata dan karakter yang kami rangkai untuk saling komunikasi. Saling menyatukan hati. Memenuhi janji untuk tetap sehati.</p>
<p>Kemudian, badai itupun datang. Kami jadi saling menjauh. Di dalam diriku, begitu enggan berbagi waktu lagi dengan kekasihku. Tidak ada lagi cerita ngalor-ngidul hingga 10 jam di ponsel. Tidak ada lagi canda-canda cabul di tengah malam. Tidak ada lagi online Yahoo Messenger hingga berjam-jam lamanya. Kami semakin jauh. Inchi demi inchi, dan kami tersadar bahwa kami telah begitu lama berjauhan.</p>
<p>Perselingkuhan. Kata itulah yang hadir dalam hubungan cinta kami. Bukan karena hadirnya sosok cantik, atau sosok matang yang tampan dan kaya. Bukan sama sekali. Meski aku memang pernah kepleset beberapa kali dalam selokan cinta terlarang, dan enggan bangkit karena keenakan.</p>
<p>Tapi hanya karena Mafia Wars… Games online bawaan Zynga via Facebook! Dialah “sosok” yang kuselingkuhi selama ini. Hampir setahun lebih, kuhabiskan waktu luangku bersama Mafia Wars. Sensasi mencari senjata-senjata baru, dan menyerang lawan, menjadi obsesi. Memberiku rangsangan, rasa ingin tahu, dan kepuasan. Dan Mafia Wars-pun seakan mengerti betul kegetolan diriku. Dibuatnya beragam location mission di berbagai negara, misi berbahaya, senjata yang varian, dan tantangan-tantangan baru…</p>
<p>Aku pun mulai jatuh cinta pada Mafia Wars.</p>
<p>Aku berselingkuh dengan Mafia Wars.</p>
<p>Kubangun kebohongan satu untuk menutupi kebohongan yang lain, demi main Mafia Wars. Kukorbankan waktu luangku yang biasanya kugunakan bersama kekasihku, demi Mafia Wars. Malam-malam panjang, yang seharusnya kami isi dengan tawa dan canda seperti biasanya, kini kugunakan untuk menaikkan level di Mafia Wars.</p>
<p>Tawaku, candaku, kekonyolanku, kini tercurah pada Mafia Wars. Tak jarang, saat kekasihku menelepon malam hari, aku dengan ringan berkata, “ Aduh Babe, aku mengantuk sekali. Ingin tidur, karena besok harus ke kantor dan artikel yang kugarap berjibun…” atau “ Aku capek sekali, Babe..aku istirahat saja ya. Bye Babe..” Dan klik, ponsel pun kumatikan. Terserah Anda menilai aku kejam, sadis ( sudah beredar versi lagunya by Afgan), atau tidak punya hati. Karena kemudian, faktanya aku langsung beringsut dari ranjang dan mengaktifkan laptop…untuk bercinta dengan Mafia Wars.</p>
<p>01.38 dini hari. Mataku masih sibuk memilih-milih senjata di inventory log di Mafia Wars. Antara 308 sniper rifle, RAS-29, Tommy Gun, ataupun Assault Rifle. Jemariku lincah mencumbui tuts laptop, scroll, klik, lalu enter.</p>
<p>Sudah tiga perempat malam menjelang pagi.</p>
<p>Kantung mataku mulai terlihat jelas. Ah…kompres timun bisa jadi obat mujarab. Setidaknya aku puas bercinta dengan Mafia Wars sedari malam.</p>
<p>Percayakah Anda? Ternyata masalahnya tidak berhenti di situ. Perselingkuhanku dengan Mafia Wars, hanyalah awal bencana. Dalam perjalanannya, salah satu keluarga Mafia-ku begitu getol mengirimiku hadiah senjata dan energy pack. Siapa yang tidak senang, dimanjakan sedemikian rupa? (meski hadiahnya masih gretongan booo…)</p>
<p>Si Gift Sender (jika boleh aku menyebutnya demikian) ini, ternyata karib kekasihku, yang notabene kekasihku tahu, bahwa dia memiliki perangai kurang baik terhadap wanita. Istilah kerennya, playboy cap kadal. Bagai disambar petir, dia mewanti-wanti aku untuk me-remove atau menghapus dia dari list pertemanan. Alih-alih cemburu, atau karena itikad baik kekasihku, nasehatnya yang tidak kudengar menjadi pertengkaran yang sesungguhnya.</p>
<p>“Kamu tahu gak sih? Dia itu rajin kirim aku hadiah di Mafia Wars tiap hari. Wajar dong, kalo aku keberatan me-remove dia!”</p>
<p>“Dia itu brengsek. Kamu tolong dengarkan aku. Kita tutup saja Mafia Wars. Kita seperti dulu lagi…”</p>
<p>“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk…”</p>
<p>Dear Pembaca Teladan, hingga kini Mafia Wars yang notabene adalah selingkuhanku, masih tetap bercokol di Facebook-ku. Level-ku pun kini menggapai di angka 539, dengan jabatan terhormat, Saboteur (Ahli Sabotase).</p>
<p>Sanjungan, level, predikat di Mafia Wars sedemikian tingginya.</p>
<p>Adakah kubertanya pada lubuk hatiku yang terdalam, bahwa aku kehilangan cinta sejatiku karena telah sekian lama kuabaikan? Kutinggalkan dirinya dengan kecintaanku pada Mafia Wars. Di balik ini semua, aku ternyata menjadi sendiri.  Betul-betul sendiri. Lebih tepatnya, seorang seorang Mafioso yang kesepian…</p>
<p><strong>(Nariswari/ Mumbai Mission; 80910)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nariswari.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nariswari.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nariswari.wordpress.com&amp;blog=1671214&amp;post=280&amp;subd=nariswari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nariswari.wordpress.com/2010/09/08/antara-aku-kekasihku-dan-mafia-wars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a2d14803e33d774282d9bee1c86b2c8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nariswari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
